Total Tayangan Laman

Jumat, 07 Januari 2011

Kebijakan dan Perencanaan Kredit

A. Kebijakan Kredit dan Pedoman Penyusunan Kebijakan Kredit

1. Faktor Penting dalam Kebijakan Kredit

a. Bank harus memperhatikan asas-asas perkreditan yang sehat

b. Kebijakan perkreditan yang jelas

c. Kebijakan perkreditan berperan sebagai panduan dalam pelaksanaan semua kegiatan perkreditan bank.

d. Kebijakan perkreditan harus berpedoman pada ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia.

e. Ketentuan kebijakan perkreditan harus mampu mengawasi portofolio kredit secara keseluruhan dan menetapkan standar dalam proses pemberian kredit serta memiliki standar yang mengandung pengawasan internal pada tahapan perkreditan.

f. Kebijakan perkreditan wajib diteliti kembali apakah telah tercakup dan sesuai dengan pedoman.

g. Kebijakan perkreditan menjadi acuan dalam pedoman pelaksanaan kredit.

h. Bank wajib menyampaikan kebijakan kredit dan wajib mendaoatkan persetujuan dewan komisaris.

i. Bank Indonesia memantau, mengawasi, dan menilai pelaksanaan kebijakan perkreditan bank tersebut.

2. Prinsip Kehati-hatian dalam Perkreditan, dalam perkreditan harus :

a. Kebijakan pokok perkreditan

b. Kebijakan bank dalam pemberian kredit

c. Pencantuman sector ekonomi, pasar, dan nasabah yang dinilai bank mengandung risiko yang tinggi

d. Pencantuman kredit yang perlu dihindari bank

e. Penjabaran mengenai tata cara penilaian kualitas kredit

f. Pencantuman pernyataan bahwa pejabat kredit harus jujur dll.

3. Organisasi dan Manajemen Perkreditan

Dalam kebijakan perkreditan harus mencantumkan perangkat organisasi dan manajemen perkreditan serta harus dijabarkan wewenang dan tanggung jawab perangkat organisasi.

4. Kebijakan Persetujuan Kredit

Kebijakan perkreditan harus memuat kebijakan persetujuan kredit yang mencakup : konsep hubungan total pemohon kredit, penetapan batas wewenang kredit, tanggung jawab pejabat pemutus kredit, proses persetujuan kredit, perjanjian kredit, persetujuan pencairan kredit.

5. Dokumen dan Adminitrasi Kredit

Dokumentasi kredit yang baik dan tertib meliputi :

1) Jenis dokumen kredit yang diperlukan

2) Pengecekan keabsahan dokumen kredit

3) Penyimpanan dan penggunaan dokumentasi kredit yang mengandung pengawasan ganda.

Adminitrasi kredit mencakup :

1) Penatatausahaan kredit untuk setiap kredit yang benar, lengkap

2) Tata cara pengadministrasian kredit yang mengandung unsure pengendalian intern.

6. Pengawasan Kredit

a. Objek pengawasan kredit :

1) Pejabat bank yang terkait dengan perkreditan

2) Semua jenis kredit

b. Fungsi pengawasan kredit :

1) Mengawasi dan memonitor pemberian kredit sesuai dengan kebijakan perkreditan

2) Mengawasi perkembangan kegiatan nasabah secara off site dan on site

3) Mengawasi dan memonitor kolektibilitas kredit telah sesuai dengan ketentuan.

4) Pembinaan nasabah

5) Pelaksanaan pengadministrasian dokumen perkreditan

7. Penyelesaian Kredit Bermasalah

Apabila jumlah seluruh kredit diragukan dan macet, maka bank tersebut wajib :

a. Membuat laporan kredit bermaaslah kepada Bank Indonesia secara tertulis;

b. Membuat satuan kerja penyelesaian kredit bermasalah;

c. Menyusun program penyelesaian kredit bermasalah;

d. Melaksanakan program penyelesaian kredit bermasalah;

e. Mengvaluasi efektivitas program penyelesaian kredit bermasalah;. Dan melaporkan hasilnya kepada Bank Indonesia.

B. Persiapan Bank dalam Penyusunan Kebijakan Perkreditan Bank

1. Persiapan Umum, Pelajari pedoman penyusunan kebijakan perkreditan bank.

2. Penyusunan Materi Kebijakan Perkreditan Bank

3. Penyusunan Konsep Perkreditan Bank

4. Finalisasi Kebijakan Perkreditan Bank

C. Perencanaan Perkreditan

1. Perencanaan kredit meliputi kegiatan-kegiatan menentukan tujuan pemberi kredit, bagaimana menetapkan sasaran, program dari sector ekonomi mana yang akan dibiayai.

2. Faktor Penting dalam Perencanaan Perkreditan :

a. Kondisi ekonomi dan moneter secara makro

b. Kegiatan pasar modal dan lembaga keuangan lainnya yang juga memberikan fasilitas pembiayaan.

c. Kondisi bank yang dapat diketahui melalaui SWOT analysis dan Bank Performance Bank

d. Kemampuan nasabah dan manajemen bank

e. Komposisi dana dan kemampuan bank dalam menghimpun dana

f. Strategi pemasaran produk bank

g. Kondisi kesehatan dan bisnis bank secara mikro

h. Daya beli masyarakat terhadap hasil produksi nasabah

i. Kebijakan bank dan asumsi yang digunakan bank

j. Tingkat suku bunga dana dan kredit yang berlaku

k. Tingkat suku bunga dana dan kredit pesaing

l. Kebijakan pembangunan pemerintah

3. Risiko Perkreditan

a. Risiko politik

b. Risiko sifat usaha

c. Risiko geografis

d. Risiko pesaing

e. Risiko ketidakpastian usaha

4. Pendekatan dalam Perencanaan Kredit

a. Perencanaan berdasarkan pendekatan sumber dana

b. Perencanaqan berdasarkan pendekatan pasar

c. Perencanaan kredit dengan pendekatan anggaran

d. Perencanaan kredit berdasarkan pendekatan peraturan moneter yang ada

5. Perencanaan Penetapan Suku Bunga Kredit (Base Lending Rate)

a. Faktor yang perlu diperhatikan dalam penetapan Base Lending Rate

1) Biaya yang dikeluarkan (cost of fund)

2) Adanya kesepakatan dengan nasabah

3) Bank pesaing

4) Kualitas pelayanan

5) Risiko usaha

b. Teknik menetapkan suku bunga kredit :

1) Cost Plus Pricing

2) Teknik Marginal Pricing

3) Teknik Non Cost Pricing

4) Teknik Penetration Pricing

5) Teknik Skimming Pricing

c. Cara perhitungan bunga kredit :

1) Single Interest

2) Add on Basis

3) Compount Interest

4) Single Discount

5) Rente

6) Floating Rate

7) Effective Interest Rate

6. Sifat-sifat Perencanaan

Perencanaan yang disusun secara cermat dan baik memiliki cirri-ciri sebagai berikut :

a. Bersifat objektif artinya disusun berdasarkan fakta dan dugaan secara ilmiah, bukan atas khayalan;

b. Jelas dan praktis serta mempermudah tercapainya suatu tujuan berarti bahwa perencanaan harus disusun secara jelas sehingga mudah dimengerti dan dilaksanakan.

c. Bersifat fleksibel dan pragmatis, artinya rencana harus dapat mengalami penyesuaian-penyesuaian bila keadaan dan pelaksanaan menghendaki demikian.

d. Disusun secara lengkap dan rinci berarti bahwa segala aspek yang mungkin ditimbulkan dalam pelaksanaan harus tercakup di dalamnya.

e. Rencana adalah suatu pengaturan pelaksanaan di waktu yang akan dating. Jadi apabila disusun secara jelas dan sistematik, maka dapat memudahkan pengawasan pelaksanaan suatu kegiatan.

f. Rencana mengandung suatu risiko berarti rencana menyangkut masa yang akan dating dan sukar untuk diukur apa yang akan terjadi karena risiko yang mungkin timbul harus diperhitungkan.

D. Tugas Pokok dan Tujuan Perencanaan

Tugas pokok (mission)

Tugas pokok bank adalah :

a. Membantu pengembangan sector industri kecil dan perdagangan

b. Membiayai proyek-proyek yang dapat menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya

c. Meningkatkan usaha

Tujuan perencanaan (Objective)

Kriteria tujuan pokok :

a. Feasible (dapat dilaksanakan)

b. Suitable (dapat memberikan arah yang kita kehendaki)

c. Acceptable (dapat diterima)

d. Valuable (mempunyai nilai yang berarti)

e. Achieble (mudah dicapai)

f. Measurable (hasilnya dapat segera dievaluasikan)

E. Premises

Premises adalah Penilaian yang akan menghasilkan anggapan dasar yang merupakan latar belakang atau landasan berpikir terhadap kejadian-kejadian yang mungkin dialami ataupun mempengaruhi rencana yang disusun.

Cakupan Premises :

1. Keinginan pihak yang berkepentingan

Penelaahan keinginan pimpinan dan pemegang saham, meliputi keinginan yang dapat mempengaruhi kebijakan pengarahan dan pengelolaan kredit, tingkat keuntungan, perluasan bank.

2. Penilaian keadaan

Penilaian keadaan meliputi :

a. Keadaan intern, meliputi kekuatan dan kelemahan intern.

a) Kekuatan intern yang perlu dilihat dalam rangka pengkreditan meliputi :

1) Pimpinan, organisasi dan administrasi perkreditan yang baik

2) Pelaksanaan pengelolaan maupun pengawasan yang baik

3) Tenaga, baik tenaga ahli maupun pengawasan yang baik

4) Alat-alat yang cukup baik

5) Pelayanan yang cukup baik

b) Kelemahan intern meliputi :

1) Kekurangan dan kesulitan yang mungkin dialami di bidang administrasi, organisasi dan perkreditan

2) Kekurangan tenaga dan pengalaman di bidang perkreditan

3) Kemacetan pada berbagai kredit

b. Keadaan ekstern

a) Environment (keadaan umum), meliputi keadaan ekonomi pada umumnya, saingan-saingan dengan bank/lembaga lain, kebijakan pemerintah, rencana-rencana dan informasi dari departemen, dinas-dinas, pengusaha, konsumen, para nasabah, lembaga peneletian, bank sentral dan lain-lain.

b) Opportunities (peluang), memperluas pemberian kredit akibat dari meluasnya usaha, sehingga dapat memperluas berkembangnya perkreditan.

c) Threats (tantangan), adanya saingan organisasi, pelayanan dan keuletan bank-bank lain.

3. Data base

Data base disusun untuk memberi gambaran besaran yang perlu bagi perencanaan. Data dasar meliputi data kredit, biaya dan dana.

4. Asumsi-asumsi

Asumsi diadakan untuk menetapkan kemungkinan dugaan-dugaan keadaan yang tidak menentu di waktu yang akan datang.

F. Strategi dan Pelaksanaan Perencanaan

1. Strategi

Strategi merupakan suatu upaya bagaimana tujuan perencanaan dapat dicapai dengan mempergunakan sumber-sumber yang dimiliki oleh suatu bank, dan diusahakan pula untuk mengatasi kesulitan-kesulitan serta tantangan-tantangan yang ada.

Strategi juga menyusun target, program, dan proyek untuk mewujudkan tercapai tujuan serta tugas pokok perencanaan.

2. Pelaksanaan Perencanaan

Perencanaan dilakukan berdasarkan target atau program berupa pengalokasian kredit ke sektor-sektor atau proyek yang perlu mendapatkan pembiayaan.

G. Performance Analysis Perkreditan

Tujuan performance analysis adalah mengetahui kondisi bank serta kondisi perkreditan serta sebagai tolak ukur dalam penyaluran kredit pada tahun yang akan datang. Performance analysis dilakukan oleh Assets and Liabilities Committee (ALCO).

Beberapa perangkat analisis yang dapat digunakan dalam melakukan performance analysis ini adalah sebagai berikut :

1. Penilaian kesehatan bank

2. Penilaian melalui analisis rasio

H. Penyimpangan dan Peninjauan

Perubahan-perubahan keadaan yang terjadi serta dugaan-dugaan yang meleset mengakibatkan tujuan perencanaan beserta programnya tidak daoat terwujud. Keadaan ini merupakan penyimpangan perencanaan. Sehingga perlu ditinjau dan diselidiki factor penyebabnya, agar tujuan, strategi serta program daoat diubah berdasarkan keadaan dan kenyataan yang baru timbul. Oleh karena itu, perencanaan selalu akan mengalami evaluasi dan peninjauan agar tujuannya dapat terjadi. Peninjauan dapat dilakukan setiap tiga bulan atau enam bulan.

Contoh terjadinya penyimpangan, misalnya sutau program kredit dialokasikan 35% pada sector industri. Ternyata sector tersebut mengalami kelesuan sehingga kredit hanya sedikit. Setelah diadakan dievaluasi, alokasi sector tersebut harus dikurangi dan dialihkan pada sector lain.

I. Proses Penyusunan Perencanaan Kredit

Tahapan penyusunan perencanaan kredit :

1. Menyusun tugas pokok bank (mission)

2. Menyusun premises

a. Keinginan-keinginan para pemimpin dan para pemegang saham

b. Analisa keadaan

1) Kekuatan intern

2) Kelemahan intern

3) Keadaan dan kebijakan ekonomi

a) Keadaan ekonomi secara umum

b) Kebijakan ekonomi secara umum

c) Informasi dan data yang berasal dari berbagai dinas, instansi, lemabag research, dan sebagainya.

d) Informasi para nasabah, perusahaan dan konsumen

e) Keadaan kredit nasabah.

4) Kesempatan

5) Menyusun asumsi-asumsi

3. Menyusun tujuan-tujuan (objectives)

4. Menyusun strategi

5. Menyusun Program atau target

6. Pelaksanaan dan pengawasan

Penyusunan perencanaan kredit dapat ditempuh dengan beberapa cara sebagai berikut

1) Dari atas diteruskan kebawah (top down approach)

2) Dari bawah ke atas (bottom up approach)

3) Perpaduan antara atas dan bawah

J. Penyusunan Perencanaan Kredit dalam Praktik

Bank menyusun perencanaan kreditnya untuk jangka limata haun dan jangka pendeknya sebagai berikut :

1. Tugas pokok (line of business)

a. Membantu pengembangan pertanian, industri menengah dan kecil serta kelancaran perdagangan.

b. Meningkatkan kesempatan kerja.

2. Premises

a. Keinginan-keinginan

b. Analisa keadaan

3. Data base

Perkembangan realisasi pemberian kredit dan pengarahan dana serta perkiraan (forecasting) untuk lima tahun mendatang.

4. Asumsi-asumsi

a. Tingkat inflasi dianggap akan tetap dikendalikan sekitar 8%

b. Suku bunga kredit diperkirakan akan stabil

c. Intensitas penghimpunan dana akan meningkat

d. Pertambahan penduduk sebesar ± 3% pertahun.

e. Peningkatan pendapatan per kapita penduduk dianggap akan naik seperti beberapa tahun yang lampau.

K. Tujuan Kredit

1. Membantu peningkatan pembiayaan sector pertanian dan industri menengah serta kecil yang banyak menyerap tenaga kerja.

2. Membantu pembiayaan pembangunan pusat dan daerah

3. Meningkatkan kelancaran perdagangan dan ekspor hasil-hasil pertanian, industri kecil, dan menengah.

4. Dalam masa 5 tahun mendatang bank secara bertahap memperbesar pemberian kreditnya sehingga mencapai 20 % dari seluruh pemberian kredit bank-bank yang beroperasi di wilayah kerja bank.

L. Strategi untuk Perencanaan Jangka Waktu 5 Tahun

1. Strategi untuk tujuan no. 1

a. Tingkat bunga dan jaminan untuk sector pertanian dan industri menengah serta kecil ditentukan lebih rendah dari kredit lainnya

b. Penawaran kredit diperluas dan alokasi kredit ditingkatkan

c. Pengawasan dan pembinaan nasabah dan calon nasabah

2. Strategi untuk tujuan no. 2

a. Memabantu proyek pelita pusat dan daerah yang menunjang sector pertanian, industri menengah dan kecil.

3. Strategi untuk tujuan no. 3

a. Memberi fasilitas kredit dengan bunga lebih ringan

4. Strategi untuk tujuan no. 4

a. Mendirikan kantor cabang

b. Meningkatkan intensitas pengerahan dana

M. Program serta Target Kredit untuk Jangka Waktu 5 Tahun

Berdasarkan tujuan dan strategi perencanaan, program serta target tambahan mkredit bruto selama 5 tahun mendatang adalah sebagai berikut :

1. Program tambahan kredit bruto

2. Program alokasi tambahan kredit bruto berdasarkan sector ekonomi

3. Alokasi berdasarkan jenis kredit

4. Alokasi ke kantor cabang

N. Strategi Perencanaan Jangka Pendek (1 Tahun)

Strategi perencanaan jangka waktu lima tahun menjadi dasar strategi perencanaan jangka pendek satu tahun dengan penyesuaian-penyesuaian berdasarkan informasi, data dan dengan keadaaan keuangan tahun 2004.

O. Program Alokasi Kredit Selama Tahun 2004

Berdasarkan tujuan dan strategi perencanaan jangka pendek, maka disusunlah program kredit sebagai berikut :

1. Program kredit per jenis kredit

2. Program kredit per sector ekonomi

3. Program kredit per kantor cabang

4. Program alokasi kredit per kantor cabang berdasarkan sector ekonomi

5. Program alokasi tersebut bersifat fleksibel. Suatu program kredit untuk sector ekonomi atau jenis kredit tertentu apabila alokasinya terlalu besar, kelebihan alokasinya dapat dipergunakan untuk sector atau jenis kredit lainnya.

P. Pelaksanaan

1. Persiapan pelaksanaan

a. Pelaksanaan dilakukan oleh unit pemberian kredit, sedangkan pengerahan dana oleh unit pengerahan dana.

b. Seluruh strategi perencanan akan menjadi dasar ketentuan-ketentuan kebijaksanaan perkreditan, seperti kebijaksanaan pengarahan sector ekonomi, jenis kredit, bunga, prioritas nasabah yang akan memperoleh kredit, alokasi ke kantor cabang, dan sebagainya.

c. Persiapan-persiapan lain yang diperlukan adalah :

1) Penyusunan kembali organisasi perkreditan (data diperlukan)

2) Penyusunan

3) Penyusunan formulir permohonan dan lain-lain

4) Penentuan wewenang memutus persetujuan pemberian kredit

5) Ketentuan jaminan

6) Ketentuan penarikan dan pelunasan

7) Ketentuan penagihan

8) Ketentuan penyelesaian kredit yang macet.

2. Pelaksanaan

a. Penilaian terhadap permohonan kredit harus didasarkan pada ketentuan-ketentuan yang berdasarkan pada strategi perencanaan.

b. Alokasi kredit harus berdasarkan pada batas-batas jumlah sesuai dengan program.

c. Walaupun terdapat program alokasi yang telah ditetapkan, namun realisasi pemberian kredit harus mengingat pula kemungkinan pengerahan dana.

Q. Pengawasan

Pengawasan pelaksanaan perencanaan kredit dilakukan untuk meneliti hal-hal sebagai berikut :

1. Pengawasan pelaksanaan perencanaan kredit dilakukan untuk meneliti apakah pemberian kredit dilakukan sesuai dengan program dan strategi perencanaan, baik menyangkut alokasi, pengarahan sektoral, bunga, prioritas, dan lain-lain.

2. Apabila terjadi penyimpangan karena kekeliruan harus segera dilakukan penelitian dan segera dilakukan koreksi.

3. Kalau terjadi penyimpangan karena keadaan, misalnya suatu sektor yang diprioritaskan ternyata jenuh, maka setelah diadakan penelitian, selanjutnya diadakan penelahaan untuk bila perlu mengubah tujuan atau strategi dan program perencanaan.

4. Apabila jumlah alokasi suatu sector atau jenis kredit ternyata berkelebihan, kelebihan tersebut dapat digeser ke sector atau jenis kredit lain yang ternyata kekurangan alokasi.

5. Setiap triwulan atau semester diadakan peninjauan secara umum terhadap seluruh pelaksanaan perencanaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar